" Hidup ini tidak boleh sederhana. Hidup ini harus besar,
hebat, kuat, luas, dan bermanfaat.
Yang sederhana itu adalah sikapnya.
Sehingga jika semakin besar yang anda inginkan,
harus semakin sederhana sikap anda.
Sederhananya,
Lakukan apa yang harus anda lakukan,
Hindari apa yang harus anda hindari,
Lalu perhatikan apa yang akan terjadi"
Senin, 31 Maret 2014
Rabu, 26 Februari 2014
BasketBall
Sejarah permainan dan perkembangan bola basket
SejarahBasket | Go To NBA
Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James
A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian
Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun
1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah
adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah
tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari
para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senamyang gerakannya kaku.
Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap
melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga
pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan
segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas
kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat
dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai
dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu
keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar
dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal,
Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan
tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut
masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutupyang berlampu.
Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada
kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang
bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai
sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan
gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling)
sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang
sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran
yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti
yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan
menembak.Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran
tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada
hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya
keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini
kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith
tersebut dinamakan Basketball.
Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.- Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
- Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
- Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.
- Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
- Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
- Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
- Tahun 1919 : Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.Tahun 1932 : Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA)
- Tahun 1933 : Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.
- Tahun 1935 : Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
- Tahun 1936 : Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
- Tahun 1939 : Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.
Mengenal Permainan Bola Basket
Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap
regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang,
sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap
regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.
Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja
diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup.
Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerangdan
memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat
mungkin tidak kemasukan.
Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan
tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan
menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta
menembak (shooting).
Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik
lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi.
Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa
cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala
(overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass),dan lain sebagainya.
Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat
memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di
lantai seabgai tumpuan.
Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan
kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga
double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola
dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah
bola dikuasai dengan kedua tangan.
Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain
sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh
seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu
dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik
pokok tadiserta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan
permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.
Ketentuan bermain dan bertanding.
Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket
dimainkan oleh dua regu, masing-masing terdiri dari 5 orang pemain.
Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti
posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk
masa istirahat 10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap
babak selama 1 menit, saat pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan
wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi pelanggaran/kesalahan
seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang
dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan
angka sama, waktu diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai
terjadi perbedaan angka.Khusus untuk permainan Mini Basket yang
diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan peraturan
tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih
kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu
pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi
seperti dalam hal penggantian pemain.
Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada
peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984,
peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA
tahun 1980 - 1984.
Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan
Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :- Bola Basket Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.
- Perlengkapan Teknik
- Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
- Alat untuk mengukur waktu 30 detik.
- Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
- Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.
- Lapangan
- Lapangan Permainan Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
- Papan Pantul Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).
- Keranjang Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.
Kamis, 13 Februari 2014
Firma Hukum
Firma (dari bahasa Belanda venootschap onder firma;
secara harfiah: perserikatan dagang antara beberapa perusahaan) atau
sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk badan usaha untuk
menjalankan usaha antara dua orang atau lebih (disebut Firmant) dengan
memakai nama bersama atau satu nama yang digunakan bersama untuk
memperluas usahanya. Menurut
Manulang (1975) persekutuan dengan firma adalah persekutuan untuk
menjalankan perusahaan dengan memakai nama bersama. Jadi ada beberapa
orang yang bersekutu untuk menjalankan suatu perusahaan. Nama perusahaan
seperti umumnya adalah nama dari salah seorang sekutu.
Dalam
firma semua anggota bertanggung jawab sepenuhnya baik sendiri maupun
bersama terhadap utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Bila
perusahaan mengalami kerugian akan ditanggung bersama, bila perlu dengan
seluruh kekayaan pribadi mereka. Firma dapat dibentuk oleh 2 orang atau
lebih yang semuanya belum memiliki usaha. Pemiliki firma terdiri dari
beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan
menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian
perusahaan.
Firma
bukan merupakan badan usaha yang berbadan hukum karena : Tidak ada
pemisahan harta kekayaan antara persekutuan dan pribadi sekutu‐sekutu,
setiap sekutu bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan. Tidak
ada keharusan pengesahan akta pendirian oleh Menteri Kehakiman dan HAM
Firma berakhir apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar
telah berakhir.
Tujuan
dari firma adalah untuk memperluas usaha dan menambah modal agar lebih
kuat dan mampu bersaing perusahaan yang lain. Firma juga biasa disebut
Persekutuan ( Partnership ), sebab perusahaan yang berbentuk firma
memang didirikan oleh orang-orang atau sekutu-sekutu sebagai pemilik
dari firma. Dengan demikian pemilik firma biasa disebut anggota atau
sekutu atau partner.
Perusahaan
dengan berbentuk firma bisa dijumpai pada berbagai jenis perusahaan.
Seperti perusahaan penerbitan, perusahaan perdagangan, perusahaan jasa,
juga kantor-kantor konsultan hukum, dan akuntansi politik.
Ciri-Ciri Firma
Secara umum, ciri-ciri dan sifat Firma yang dapat kita lihat yaitu:
a. Anggota firma biasanya sudah saling mengenal dan saling mempercayai.
b. Perjanjian firma dapat dilakukan di hadapan notaris maupun di bawah tangan.
c. Memakai nama bersama dalam kegiatan usaha.
d. Adanya tanggung jawab dan resiko kerugian yang tidak terbatas.
e. Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
f. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin.
g. Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
h. keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup.
i. seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma.
j. pendiriannya tidak memelukan akte pendirian.
k. mudah memperoleh kredit usaha.
Jelas
berdasarkan ciri-ciri diatas, di dalam firma semua anggota adalah
pemilik yang sekaligus merangkap pengelola yang secara langsung aktif
melaksanakan usaha perusahaan. Karena hal tersebut, maka firma memiliki
beberapa karakteristik yang berbeda dengan bentuk organisasi perusahaan
yang lain. Maka dari itu, Drebin (1982) membagi karakteristik Firma itu menjadi 5 yaitu:
1. Mutual Agency (saling mewakili), setiap
anggota dalam menjalankan usaha firma merupakan wakil dari anggota
firma yang lain. Apabila ada salah seorang anggota beroperasi dalam
bidang usaha firma, maka secara tidak langsung anggota tersebut mewakili
anggota firma yang lain.
2. Limited Life (umur terbatas), firma
yang didirikan oleh beberapa anggota memiliki umur yang terbatas.
Artinya adalah jika ada anggota yang keluar berarti firma tersebut
dinyatakan bubar secara hokum, demikian juga apabila ada anggota baru
yang bergabung. Firma dinyatakan masih beroperasi atau bubar jika tidak
ada perubahan dalam komposisi keanggotaannya.
3. Unlimited Liability (tanggung jawab terhadap kewajiban firma tiak terbatas), tanggung
jawab atas hutang tidak terbatas pada kekayaan yang dimiliki firma
saja, tapi juga sampai harta milik pribadi para anggota firma. Jadi jika
dalam keadaan tertentu firma memiliki hutang pada kreditur dan firma
tersebut tidak mampu membayar karena jumlah kekayaan tidak mencukupi
maka kreditur berhak menagih kepada para anggota firma sampai harta
milik pribadi.
4. Ownership of an Interest in a Partnership, bahwa
kekayaan setiap anggota yang sudah ditanamkan dalam firma merupakan
kekayaan bersama dan tidak dapat dipisahkan secara jelas. Masing-masing
anggota adalah sebagai pemilik bersama atas kekayaan Firma. Tanpa seijin
naggota lain, anggota lain tidak boleh menggunakan kekayaan firma. Hak
anggota terhadap kekayaan firma akan terlihat dalam saldo modal akhir
para anggota firma yang terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut :
penanaman modal awal, penanaman modal tambahan, pengambilan prive,
penambahan dari pembagian laba, dan pengurangan dari pembagian rugi.
5. Participating in Partnership Profit, laba
atau rugi sebagai hasil operasi Firma akan dibagikan kepada setiap
anggota firma berdasarkan partisipasi para anggota didalam firma. Jika
ada seorang anggota yang aktif menjalankan usaha firma, maka anggota
tersebut berhak atas bagian laba yang lebih besar daripada anggota yang
lain meskipun modal yang ditanamkan lebih kecil daripada modal
yangditanam oleh anggota yang tidak aktif atau dapat ditentukan secara
lain atas persetujuan anggota lainnya. Ketentuan mengenai besarnya
pembagian laba rugi ini harus dicantumkan secara rinci dan jelas dalam
akte pendirian firma tersebut.
Selain Drebin (1982) yang mengemukakan karakteristik Firma seperti diatas, Fischer, Taylor, dan Leer menyatakan bahwa karakteristik firma akan lebih mudah dipahami dengan jelas jika dibandingkan dengan karakteristik.
Perbedaan Permainan Bola Voli Indoor, pantai, dan Mini
BOLA VOLI (Indoor)
Bola voli merupakan suatu olahraga
permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang dipisahkan dengan net.
Permainan di atas lapangan bebentuk empat persegi panjang, di tenga - tengah lapangan dipisahkan dengan
dibentangkan net. Permainan ini dapat dimainkan di dalam ruangan atau di
lapangan terbuka.
Tujuan permainan bola voli adalah agar setiap regu dapat
melewatkan bola melalui atas net sampai bola yang dilewatkan tidak menyentuh
lantai di dalam daerah atau lapangan sendiri. Dalam permainan tiap regu
berusaha untuk memasukkan bola ke daerah lawan melewati atas net dan berusaha
memenangkan permainan dengan cara mematikan bola di daerah lawan dnegan
menggunakan teknik-teknik bermain bola voli yang benar.
Untuk mendapatkan kemenangan, setiap pemain bola voli harus
menguasai teknik dasar memainkan bola karena penguasaan teknik dasar menentukan
menang atau kalahnya suatu pertandingan.
2. VOLI PANTAI (Outdoor)
Voli pantai merupakan variasi dari
bola voli, yang dimainkan di atas pasir. Dua tim yang dipisahkan oleh jaring
memukul bola voli
menggunakan lengan atau tangan. Para pemain berusaha untuk memukul bola melawati atas jaring
agar memasuki lantai di daerah lawan, serta harus mencegah bola jatuh di daerah
mereka sendiri. Permainan
bola voli pantai dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing tim terdiri dari 2
orang pemain dan tanpa ada pemain cadangan.
Permainan bola voli berkembang pesat sekali,
sehingga pada Olympiade 1996 di Atlanta yang akan datang sudah masuk sebagai nomor resmi yang akan
dipertandingkan. Voli pantai populer sebagai aktivitas
rekreasi di tempat-tempat yang memiliki pantai berpasir yang luas, namun sering
juga dimainkan di lapangan pasir yang bukan di pantai. Bahkan, olahraga ini populer di
beberapa negara yang tidak berbatasan dengan laut, seperti Swiss. Olahraga ini
termasuk olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, dan badan tertingginya
adalah Fédération Internationale de
Volleyball.
3. VOLI BOLI MINI (Mini Volley)
Permainan
bila voli mini merupakan permainan bola voli yang dimainkan di atas lapangan
kecil dengan 2 sampai 4 orang pemain dari tiap-tiap tim dan mempergunakan
peraturan yang sederhana. pembinaan bola voli untuk anak-anak usia dini yaitu
sekitar 9 - 13 tahun. Bola voli mini merupakan cara terbaik untuk mempelajari
ketrampilan dasar. Dengan cara ini tiap pemain lebih banyak menyentuh bola dan
ukuran tempat bermain lebih kecil selaras bagi dasar ketrampilan ini.
Umumnya
peraturan bola voli mini sama dengan peraturan bola voli biasa, hanya terdapat
beberapa hal yang ditrapkan demi kebutuhan dan kemampuan para pemula
muda, maka peraturan bola voli mini disederhanakan sebagai berikut:
Dua regu masing-masing terdiri dari 4
pemain dan 2 pengganti, bermain di lapangan yang berukuran lebar 6 m dan
panjang 12 m. Tinggi net (jaring) 2,10 m bagi tim putra maupun putri. Bola
sesuai dengan kreteria yang tertera pada peraturan biasa hanya lebih ringan (±
200 gram).
Perbedaan Permainan Bola Voli (Indoor), Bola Voli Pantai (Outdoor) dan Bola Voli Mini
Perbedaan yang
paling signifikan antara permainan bola voli dalam ruangan (indoor),
bola voli pantai (outdoor) dan bola voli mini terletak pada
lokasi dan jumlah pemain pada setiap timnya.
1. Pada permainan
bola voli dalam ruangan, lokasi yang digunakan untuk melangsungkan pertandingan
berupa lapangan dengan permukaan yang keras. Sedangkan permainan bola voli
pantai dimainkan di atas lapangan dengan lapisan pasir yang cukup tinggi. Yang
kedua, pemain bola voli
pantai dalam setiap tim berjumlah 6 orang. Sedangkan pada
permainan bola voli pantai, pemain dalam setiap tim hanya berjumlah 2 orang. Kemudian pada permainan voli mini
jumlah pemainnya terdiri dari 4 pemain utama dengan cadangan 2 orang (lokasi
sama dengan voli dalam ruangan).
2. Lapangan yang
digunakan dalam permainan bola voli pantai memiliki ukuran yang lebih sempit
jika dibandingkan dengan lapangan bola voli dalam ruangan. Jika pada lapangan
bola voli dalam ruangan memiliki ukuran 18 x 9 meter, maka lapangan yang digunakan pada permainan
bola voli pantai hanya berukuran 16 x 8 meter. Kemudian pada bola voli mini memiliki ukuran lapangan ± 6 x 13,60 m mempergunakan lapangan bulutangkis.
3. Panjang net bola voli dalam ruangan
9, 50 meter, pada voli pantai panjang net 8, 50 meter dan pada bola voli mini
panjang net yaitu 7 meter dengan lebar 90 cm.
4. Permainan bola
voli pantai menggunakan jenis bola dengan ukuran yang lebih besar dan lebih
lunak dari pada bola yang
biasa digunakan dalam permainan bola voli dalam ruangan. Voli pantai : warna bola lebih
cerah (oranye, kuning, pink, putih, dll) lingkaran sedikit lebih besar dari
pada untuk dalam rungan (66 - 68 cm untuk FIVB Internasional Kompetisi) berat
harus sama (260 - 280 gram), tekanan dalam akan sedikit lebih rendah (171-221 mbar atau hpa (0,175 - 0,225
kg/cm2). Sedangkan dalam ruangan terbuat dari kulit atau tiruan
kulit dengan keliling 65 - 67 cm, berat bola 260 -280 gram dengan tekanan
udaranya 0,30 - 0,325 kg/ cm2 atau 294,3 - 318,82 mbar. Permainan bola
voli pantai menggunakan bola dengan tekanan internal yang lebih rendah. Kemudian pada bola voli mini ukuran
bola yang digunakan bernomor 4 (lebih
kecil dan ringan dari bola voli biasa) dengan garis tengah 22 - 24 cm dan
beratnya 220 - 240 gram.
5. Dalam permainan bola voli pantai tidak
terdapat garis 3 meter
sedangkan pada voli dalam ruangan terdapat garis 3 meter.
6. Permainan bola voli dalam ruangan
terdapat garis serang, sedangkan pada permainan bola voli mini tidak terdapat
garis serang. Kemudian pada permainan bola voli pantai juga tidak terdapat
garis serang.
7. Permainan bola voli dalam rungan tinggi net putra 2,43 meter, tinggi net putri 2,42 meter. Sedangkan pada
bola voli mini tinggi net 2, 10 meter, tinggi net putri 2,00 meter. Tinggi net
putra dan putri pada bola voli pantai sama dengan bola voli dalam ruangan.
8. Jika seorang
pemain bola voli pantai melakukan block, sedangkan block tersebut membentur net
hingga terpental dan terjadi kontak dengan blocker tersebut atau dengan pemain
pasangannya, maka kontak tersebut akan dihitung sebagai satu pukulan.
9. Dalam permainan
bola voli pantai, menyeberang ke area lawan melalui bawah net tidak dianggap
sebagai sebuah pelanggaran, selama hal tersebut tidak mengganggu gerakan tim
lawan.
10. Dalam permainan
bola voli pantai dikenal istilah Open-hand
dinks, yaitu mengarahkan atau mengoper bola ke arah area lawan hanya dengan
menggunakan ujung jari-jari. Dalam permainan bola voli dalam ruangan, tehnik
ini diperbolehkan. Namun, tehnik ini adalah salah satu pelanggaran jika
seseorang mempraktekkannya dalam permainan bola voli pantai.
11. Servis pada
permainan bola voli pantai dalam satu tim dilakukan secara bergantian antara
pemain yang satu dengan pemain yang lain. Namun, dalam permainan ini tidak
diperlukan putaran pemain.
Sedangkan pada permainan bola voli dalam ruangan servis dilakukan secara
bergantin (searah jarum jam). Kemudian pada permainan bola voli mini posisi pemain belum dibatasi ( posisi masih tetap urutan
serve adalah rotasi biasa).
12. Dalam
permainan bola voli pantai para pemain bebas berada di posisi mereka sendiri, tidak ada posisi yang ditentukan di
dalam lapangan.
Tidak ada kesalahan posisi.
13. Permainan voli pantai tidak ada
pergantian pemain, karena tidak terdapat pemain cadangan.
14. Selain tidak
terdapat seorang libero, dalam
permainan bola voli pantai juga tidak diberlakukan sistem pergantian pemain
seperti dalam permainan bola voli dalam ruangan.
15. Biasanya,
sebagian besar pemain bola voli pantai akan bermain tanpa menggunakan sepatu (barefoot). Hal ini dapat dilakukan
berdasarkan keinginan pemain itu sendiri maupun berdasarkan peraturan yang
telah ditetapkan.
16. Permainan bola
voli pantai dimainkan dalam 3 set. Tim pemenang adalah tim yang pertama kali
menang dalam 2 set. Pertandingan pada setiap set akan berlangsung hingga 21
poin, pada dua set pertama. Dan pada dua set pertama ini terdapat 2 poin
sebagai poin tambahan. Sedangkan pada set yang ketiga, permainan hanya akan
berlangsung hingga 15 poin, dengan 2 poin tambahan.
17. Sebelummnya pakian untuk bola voli
pantai khususnya bagi perempuan hanya ada dua pilihan. Yang pertama adalah two piece bikini pilihan yang kedua
adalah pakian tertutup yang ketat (full
body suit) yang biasanya dipakai saat musim dingin. Namun, kini atlet bola
voli pantai perempuan boleh memakai celana pendek dan atasan berlengan.
18. Dalam bola voli pantai menggunakan
kode tangan yang dibuat dibelakang punggung oleh seorang pemain untuk
memberitahu rekan setimnya teknik permainan yang akan dimainkan. Tujuan kode
ini dibuat dibelakang punggung yaitu untuk menghindari agar lawan tidak melihat
kode yang disampaikan.
Perbedaan Sepakbola dengan Futsal
Olahraga
futsal kini menjadi olaharaga yang kepopuleranya hampir sama dengan
sepakbola. Karena Futsal dijadikan sebagai olahraga pengisi waktu
senggang ketika akhir pekan. Banyak kalangan yang awalnya hanya sekedar
hoby, namun hingga akhirnya menarik untuk ditekuni secara serius. Minat
masyarakat Indonesia terhadap olahraga Futsal inipun semakin meningkat
pesat. Namum banyak dari beberapa kalangan yang masih kurang paham
tentang peraturan Futsal karena dalam peraturan olahraga sepakbola
ruangan ini berbeda dengan peraturan sepakbola. Ada beberapa hal yang
menjadi perbedaan dari kedua olahraga tersebut.
Dalam olahraga futsal ini
kematangan skill maupun fisik menjadi kuncinya. Meski lapangan yang
digunakan relatif kecil namun pemain di haruskan terus bergerak berlari
untuk bisa menciptakan gol maupun mempertahankan gawangnya agar tidak
kemasukan. Gerakan yang dimilikipun harus lincah karena setiap detik
kita bergerak sudah ada lawan yang akan menghadang
.
Futsal
berasal dari bahasa Spenyol yaitu Futbol (sepakbola) dan Sala
(ruangan). Olahraga ini membentuk pemain agar selalu siap menerima dan
mengumpan bola dengan cepat dalam tekanan pemain lawan. Dengan lapangan
yang sempit, permainan ini menuntut teknik penguasaan bola tinggi, kerja
sama antar pemain dan kekompakan tim.
Asal muasal futsal muncul pada
tahun 1930 di montevideo, Uruguay dan diperkenalkan oleh seorang pelatih
sepakbola bernama Juan Carlos Ceriani. Juan awalnya hanya ingin
memindahkan latiha kedalam ruangan karena kecewa dengan kondisi lapangan
yang licin setelah diguyur hujan. Dan ternyata latihan didalam ruangan
sangat efektif. Setelah kejadian tersebut Juan mencetuskan permainan
sepakbola dalam ruangan dengan lima lawan lima pemain. Hal tersebut
ternyata mendapatkan sambutan positif bahkan diminati hampir seluru
negeri Amerika Selatan.
Olahraga ini merupakan
modifikasi sederhana dari permainan sepakbola. Peraturanyapun juga
sebagian besar dari sepakbola namun juga ada perbedaan dari peraturan
tersebut. Adapun perbedaan peraturan antara Sepakbola dengan Futsal
adalah sebagai berikut :
Perbedaan Sepakbola dengan Futsal
Sepakbola
1. lingkaran bola 68 – 70 Cm
2. Jumlah pemain 11 Orang
3. 3 x pergantian pemain
4. Throw in (lemparan kedalam)
5. Wasit dan 2 assisten wasit (lines man)
6. Waktu berjalan (Running Clock)
7. Waktu 2 x 45 menit
8. Tak ada Time Out (TO)
9. Tendangan gawang
10. Tak ada batas waktu untuk memulai pertandingan
11. Berlaku aturan Offside
12. Kiper diberi waktu 6 detik melakukan tendangan gawang
13. Tak ada batasan pelanggaran
14. Pemain yang mendapatkan kartu merah tidak bisa diganti dengan pemain lain
15. Sepak pojok diarea corner
16. Tak ada batasan melakukan back pass ke kiper
17. Kontak fisik diperbolehkan
Futsal
1. Lingkaran bola 62 – 68 Cm
2. Jumlah pemain 5 orang
3. Tidak dibatasi
4. Kick In (tendangan kedalam)
5. Wasit dan 2 asisten serta pencatat waktu
6. Stopped clock (dioperasikan oleh pencatat waktu)
7. 2 x 20 menit
8. Sekali Time Out tiap babaknya
9. Lemparan Gawang
10. 4 menit untuk memulai pertandingan
11. Tidak berlaku Offside
12. Kiper diberi waktu 4 detik untuk melakukan lemparan gawang
13. Ada batasan lima kali pelanggaran
14. Pemain yang diganjar kartu merah bisa diganti pemain lain setelah 2 menit atau tim lawan mencetak gol
15. Sepak pojok di sudut corner
16. Hanya sekali melakukan backpass ke kiper
17. Kontak fisik dilarang
Kadang banyak kalangan yang bisa
bermain Futsal namun tak memahami peraturan dalam permainan Futsal.
Dengan adanya rubric sport ini bisa membantu untuk bisa mengerti dan
memahami peraturan Futsal yang lebih baik. Semoga rubrik ini bisa
bermanfaat bagi pembaca.
Minggu, 09 Februari 2014
Lagenda asal usul tempat
Legenda
adalah prosa rakyat yang mempunyai ciri-ciri mirip dengan mite, yaitu dianggap
benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Berlainan dengan mite, legenda
tokohnya manusia, walaupun ada kalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa, dan
seringkali juga dibantu makhluk-makhluk ajaib. Tempat terjadinya adalah di
dunia seperti yang kita kenal kini, karena waktu terjadinya belum terlalu
lampau.
Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.
Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.
Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.
Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.
Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.
Hikmah dalam cerita tersebut : Tentang sebuah perasaan yang timbul pada siapa pun, pada diri seseorang.
Contoh Lagenda asal usul suatu tempat..
Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.
Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.
Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.
Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.
Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.
Hikmah dalam cerita tersebut : Tentang sebuah perasaan yang timbul pada siapa pun, pada diri seseorang.
Kamis, 09 Januari 2014
Sejarah Konroversi Bola
Selebrasi Gol Tahiti
Lagi-lagi siang ini saya tertarik untuk menulis
tentang sebuah tim dari negara kecil bernama Tahiti. Semalam, saya
sungguh-sungguh menyesal tidak bisa menemani Marama Vahirua, dkk berlaga
karena alarm yang saya setel kehabisan baterai sebelum waktunya.
Alhasil, kekalahan telah 0-10, yang mungkin akan menjadi sejarah baru
dan akan sulit untuk dipecahkan dalam Piala Konfederasi selanjutnya,
tidak dapat saya lihat secara langsung. Lebih menyesal lagi, semalam
mungkin merupakan kesempatan terakhir untuk melihat aksi timnas Tahiti
berlaga secara live. Kita harus menunggu bertahun-tahun, atau bahkan
berpuluh-puluh tahun lagi untuk menyaksikan semangat para pemain Tahiti
secara langsung. Tahun depan, mereka tidak lolos ke Piala Dunia.
Mempertahankan gelar OFC Nations Cup pun teramat sulit, karena selain
Tahiti, masih ada Selandia Baru yang tidak terima hegemoninya terganggu
pada penyelenggaraan ONC tahun lalu.
Nigel Reed, seorang wartawan dari CBC Sport, begitu
getol mempermasalahkan kehadiran Tahiti pada Piala Konfederasi 2013. Ia
menyalahkan FIFA yang membuat sistem sehingga memungkinkan tim-tim
kecil seperti Tahiti bisa tampil di kejuaraan level internasional. Bagi
seorang Reed, kejuaraan Piala Konfederasi adalah kejuaraan untuk para
pesepakbola professional. Pernyataannya adalah sebuah sindiran yang
sangat tajam bagi Tahiti, yang Cuma diperkuat satu pemain professional.
Salah satu usul yang ia tawarkan kepada FIFA adalah untuk meniadakan
kualifikasi Piala Dunia ataupun Piala Konfederasi untuk zona Oceania.
Menurutnya, penyisihan Zona Oceania sebaiknya digabungkan saja dengan
kualifikasi di zona Asia.
Pemikiran Nigel Reed tak lantas disetujui oleh
orang yang membaca tulisan tersebut. Ternyata lebih banyak orang yang
menyayangkan pemikiran Reed, bahkan mengkait-kaitkannya dengan prediksi
pertandingan buatannya yang sering meleset. Publik ternyata memberikan
apresiasi yang begitu besar kepada Tahiti. Lihat saja bagaimana public
Belo Horizonte berkali-kali meneriakkan nama Tahiti, ketika anak-anak
asuh Eddy Etaeta ini berlaga menghadapi Nigeria. Publik Belo Horizonte
pula yang ikut bersorak, ketika seorang Jonathan Tehau membobol gawang
Vincent Enyeama melalui sundulan kepala.
Ketika sepakbola dipandang sebagai entertainment,
maka apa yang ditulis oleh Nigel Reed tidaklah salah. Dari sudut pandang
entertainment, kehadiran Tahiti menurunkan mutu turnamen. Jika posisi
Tahiti digantikan oleh tim yang secara kualitas tidak berbeda jauh
dibandingkan Spanyol, Uruguay, dan Nigeria yang sama-sama menjadi
penghuni grup B, maka pertandingan kualifikasi grup Piala Konfederasi
2013 akan menghadirkan persaingan yang sengit. Tidak ada lagi rekor
10-0, tidak ada lagi tim yang berbahagia setelah bisa mencetak gol meski
timnya kalah 1-6, dan tidak ada lagi pemain yang merayakan gol-nya
ketika timnya sudah tertinggal 0-3. Namun sekali lagi, ternyata public
sepakbola dunia tidak hanya memaknai sepakbola sebagai hiburan semata.
Ya, sepakbola adalah mimpi. Sesuai slogan yang
diusung, sepakbola adalah harapan, Football For Hope. Saya teringat
betapa manisnya iklan yang ditampilkan FIFA, yang menyebut sepakbola
adalah untuk semua, tanpa memandang suku, tanpa memandang ras. Semua
punya kesempatan yang sama untuk bermain sepakbola. Dan dalam beberapa
hal, prinsip ini bertentangan dengan industrialisasi sepakbola yang kini
tengah terjadi.
Ketika sepakbola dipandang sebagai hiburan semata,
tidak ada tempat bagi tim-tim kecil dari negeri antah berantah untuk
bisa tampil se-lapangan dengan pemain dari negara dengan tradisi
sepakbola yang kuat. Tidak akan ada lagi antusiasme untuk bermain
sepakbola, seperti antusiasme seorang Jonathan Tehau sebelum ia tampil
se-lapangan dengan bintang-bintang yang biasanya Cuma ia lihat di layar
kaca. Tidak ada lagi keadilan di atas lapangan, karena hanya tim-tim
besar dan punya sejarah yang kuat dalam sepakbola yang mendapatkan
kesempatan lebih besar, dibandingkan negara-negara kecil yang
mati-matian membangkitkan passion terhadap sepakbola. Yang paling parah,
tidak ada lagi mimpi dari seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain
sepakbola terkenal, namun berasal dari negara kecil, karena tidak ada
lagi kesempatan bagi mereka untuk menampilkan kemampuannya secara
internasional.
Dengan bangga Tahiti menyebut diri mereka sebagai
representasi sepakbola amatir. Meskipun Cuma jadi bulan-bulanan di
Brazil, mereka tetap bisa pulang ke negaranya sambil membawa cerita,
bahwa mereka pernah berada di atas lapangan yang sama dengan juara
Dunia, Eropa, dan Amerika Latin. Seorang Nicolas Vallar bisa bercerita
betapa licinnya mengawal Fernando Torres kepada anak cucunya kelak.
Seorang Stevy Chong Hue bisa bercerita betapa susahnya menggiring bola
melewati Azpilicueta. Seorang Ludivion, yang katanya juga seorang
pemanjat pohon kelapa, bisa bercerita kepada anak-anaknya bahwa ia
pernah berduel langsung dengan David Villa, sambil meminum air kelapa di
tepi pantai yang hangat. Cerita-cerita itu jauh lebih berharga
dibanding mempermasalahkan gawang mereka yang hingga pertandingan kedua
ini sudah kemasukan 16 gol. Cerita-cerita mereka akan memotivasi
anak-anak yang ada di sana untuk lebih giat berlatih sepakbola, karena
mereka tahu, dengan berlatih, kesempatan untuk bertemu orang-orang yang
mereka idolakan bisa terwujud.
Inilah indahnya sepakbola. Tentu akan membosankan
jika kejuaraan sepakbola hanya didominasi oleh tim yang itu-itu saja,
seperti badminton yang amat didominasi oleh China. Semua orang berhak
bermain sepakbola, sepanjang mau mengikuti aturan yang berlaku. Dan
untuk itulah, sepakbola tidak bisa dimaknai tidak lebih dari sekedar
hiburan. Sepakbola adalah untuk semua, karena melalui sepakbola,
mimpi-mimpi besar bisa menemukan jalannya untuk terwujud.
Football for all, because football is hope
Langganan:
Postingan (Atom)